Minggu, 01 November 2015

Cerpen (Paper 6)

Merasa Kehilangan

Hari ini adalah hari pertama Ani dan Ana masuk ke Sekolah Menengah Atas atau yang bisa kita sebut SMA. Ani dan Ana adalah saudara kembar. Mereka sangat akur dan kompak. Mereka selalu satu sekolahan mulai dari SD SMP hingga SMA. Ketika SD dan SMP mereka selalu berjalan bersamaan dengan menggunakan aksesoris yang sama mulai dari baju, tas, sepatu dan aksesoris lainnya.

“ Ani Ana cepaattt sarapan kalian sudah telat..” teriak ibu
“iya bu” jawab mereka bersamaan

Ani dan Ana lalu keluar kamar dan lari menuju ke ruang makan untuk sarapan. Jam sudah menunjukan pukul 06.15 Ani dan Ana harus segera berangkat. Setelah sarapan, mereka memeriksa semua perlengkapan mos yang harus di bawa pada hari itu, setelah merasa lengkap lalu mereka menuju garasi dan meminta Pak Udin untuk cepat berangkat.

Tak disangka, jalanan begitu padat karena ada kecelakaan menuju sekolah Ani dan Ana. Karena jalanan begitu macet Ani dan Ani pun telat dateng untuk hari pertama mereka masuk sekolah. Mereka lalu berlari lari menuju sekolah, mereka telah telat selama 10 menit. Karena telat mereka di hukum untuk jalan jongkok mengelilingi lapangan.

Mos pada hari itu terasa lelah sekali. Di materi akhir sebelum pulang mereka semua dikumpulkan di lapangan untuk diberi pengarahan untuk mos keesokan harinya. Ani yang sedang dalam kondisi tidak sehat merasa pusing lalu pingsan. Ia di angkat oleh beberapa anggota PMR ke uks.

“kamu udah sadar?” kata salah satu anggota PMR bernama Andika
“eh? Iya udah” jawab Ani terbata bata karena kaget melihat Andika yang ada di depannya. Lalu andika memberikan teh manis dan Ani menerimanya dan mengucapkan terimakasih.

Pengarahan sudah selesai. Ana dengan rasa khawatir langsung menuju uks untuk menemui saudara kembarnya, Ani. Ketika Ana sampai di uks ia melihat Ani sedang ngobrol bersama Andika, Ana masuk ke dalam uks dan mengajak Ani segera pulang untuk istirahat.

“tadi siapa ni? Kok akrab banget?” Tanya Ana
“oh itu kak Andika, anggota pmr yang bantuin aku tadi” jawab Ani sambil senyum senyum. Ana merasa ada yang aneh dengan saudara kembarnya itu.

Tidak terasa mos sudah selesai. Dan hari ini adalah hari ke 7 mereka belajar di SMA. Tidak beda jauh saat SD dan SMP. Mereka selalu bersama mulai dari berangkat, ke kantin dan pulang. Tapi saat SMA ini mereka tidak sekelas.

KRINGGGGG……….
Bel pulang sekolah sudah berbunyi Ana segera menuju kelas Ani untuk pulang bersama. Tetapi ketika sampai di kelas Ani, Ani tidak ada di kelas. Lalu ia menelpon Ani untuk menanyakan ia sedang dimana. Beberapa kali ia menelponnya tapi dimatikan oleh ani.

From : Ani
Kamu pulang duluan aja ya na

Ana mendapatkan sms dari Ani untuk ia pulang sendiri. Dengan rasa kesal ia lalu pulang tanpa membalas smsnya Ani terlebih dahulu. Sesampainya di rumah, ibu saudara kembar itu heran kenapa Ana hanya pulang sendirian tanpa Ani. Ketika ibu menanyakan kepada Ani, ia hanya mengangkat bahunya dan langsung menuju ke kamarnya.

Ani pulang pada sore hari dengan wajah yang ceria, ia langsung mandi lalu makan. Ana yang masih kesal dengan Ani hanya diam saja dan tidak mengajak ngobrol Ani. Tapi Ani tidak sadar kalau kembarannya sedang kesal dengannya. Ia hanya memainkan hpnya dengan sesekali tersenyum.

Ternyata kejadian itu tidak hanya sesekali, beberapa hari ini pun mereka tidak pulang bersama. Dirumah pun mereka jadi jarang ngobrol karena Ani selalu sibuk dengan hpnya itu. Ana pun semakin sedih karena merasa saudara kembarnya itu berubah. Hari ini adalah hari minggu, Ana yang kangen dengan Ani untuk jalan bersama, ia mengajaknya untuk nonton bioskop di mall dekat rumahnya itu

“Ni, nonton yuk” ajak Ana
“wah gabisa nih na, aku mau jalan” tolak Ani. Ani yang merasa kecewa dengan saudara kembarnya itu pun masuk ke kamar.

Semenjak kejadian itu mereka pun sudah jarang terlihat bersama lagi, Ana yang biasanya masih suka mengajak Ani untuk pergi pun sudah tidak pernah mengajaknya lagi.

Suatu hari Ani merasa kembarannya sudah tidak pernah mengajak ngobrolnya lagi. Kalau berangkat sekolah pun Ana hanya diam saja. Lalu ia duduk di kasur Ana untuk mengajaknya ngobrol. Ia merasa kangen dengan Ana

“Na” sapa Ani
Tapi Ana hanya diam saja.
“Na, nonton yuk” ajak Ani
Ana tetap diam saja
“kamu kenapa diam saja” Tanya Ani heran


Dengan emosi Ana menceritakan kekesalannya kepada Ani. Ia bilang kalau ia kesal Ani berubah, tidak pernah pulang bareng lagi, diajak ngobrol gak pernah fokus dan gak pernah mau diajak jalan lagi. Seketika Ani merasa bersalah karena sudah melupakan saudara kembarnya itu. Lalu ia bercerita kalau ia sedang dekat dengan Andika, kakak kelas anggota PMR itu. Ani meminta maaf karena ia telah berubah. Ana hanya mengangguk saja dan ia masih kesal ia dilupakan begitu saja karena seorang cowok. Ani meminta maaf terus kepada Ana. Akhirnya Ana pun memaafkan Ani dan memaklumin keadaannya sekarang. Ia merasa bahwa mereka sudah bukan anak kecil lagi. Mereka sudah tidak harus kemana mana bersama lagi, sudah memiliki kehidupan yang bisa dibilang lebih pribadi, soal cinta salah satunya. Semenjak itu hubungan saudara kembar itu pun membaik, walaupun jarang pulang bersama tapi dirumah mereka selalu curhat satu sama lain. Ani selalu menceritakan Andika yang sekarang menjadi pacarnya dan Ana menceritakan salah satu cowok dikelasnya yang sedang dekatnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar