Merasa
Kehilangan
Hari ini adalah hari
pertama Ani dan Ana masuk ke Sekolah Menengah Atas atau yang bisa kita sebut
SMA. Ani dan Ana adalah saudara kembar. Mereka sangat akur dan kompak. Mereka selalu
satu sekolahan mulai dari SD SMP hingga SMA. Ketika SD dan SMP mereka selalu
berjalan bersamaan dengan menggunakan aksesoris yang sama mulai dari baju, tas,
sepatu dan aksesoris lainnya.
“ Ani Ana cepaattt
sarapan kalian sudah telat..” teriak ibu
“iya bu” jawab mereka
bersamaan
Ani dan Ana lalu keluar
kamar dan lari menuju ke ruang makan untuk sarapan. Jam sudah menunjukan pukul
06.15 Ani dan Ana harus segera berangkat. Setelah sarapan, mereka memeriksa
semua perlengkapan mos yang harus di bawa pada hari itu, setelah merasa lengkap
lalu mereka menuju garasi dan meminta Pak Udin untuk cepat berangkat.
Tak disangka, jalanan
begitu padat karena ada kecelakaan menuju sekolah Ani dan Ana. Karena jalanan
begitu macet Ani dan Ani pun telat dateng untuk hari pertama mereka masuk
sekolah. Mereka lalu berlari lari menuju sekolah, mereka telah telat selama 10
menit. Karena telat mereka di hukum untuk jalan jongkok mengelilingi lapangan.
Mos pada hari itu
terasa lelah sekali. Di materi akhir sebelum pulang mereka semua dikumpulkan di
lapangan untuk diberi pengarahan untuk mos keesokan harinya. Ani yang sedang
dalam kondisi tidak sehat merasa pusing lalu pingsan. Ia di angkat oleh
beberapa anggota PMR ke uks.
“kamu udah sadar?” kata
salah satu anggota PMR bernama Andika
“eh? Iya udah” jawab
Ani terbata bata karena kaget melihat Andika yang ada di depannya. Lalu andika
memberikan teh manis dan Ani menerimanya dan mengucapkan terimakasih.
Pengarahan sudah
selesai. Ana dengan rasa khawatir langsung menuju uks untuk menemui saudara
kembarnya, Ani. Ketika Ana sampai di uks ia melihat Ani sedang ngobrol bersama
Andika, Ana masuk ke dalam uks dan mengajak Ani segera pulang untuk istirahat.
“tadi siapa ni? Kok akrab
banget?” Tanya Ana
“oh itu kak Andika,
anggota pmr yang bantuin aku tadi” jawab Ani sambil senyum senyum. Ana merasa
ada yang aneh dengan saudara kembarnya itu.
Tidak terasa mos sudah
selesai. Dan hari ini adalah hari ke 7 mereka belajar di SMA. Tidak beda jauh
saat SD dan SMP. Mereka selalu bersama mulai dari berangkat, ke kantin dan
pulang. Tapi saat SMA ini mereka tidak sekelas.
KRINGGGGG……….
Bel pulang sekolah
sudah berbunyi Ana segera menuju kelas Ani untuk pulang bersama. Tetapi ketika
sampai di kelas Ani, Ani tidak ada di kelas. Lalu ia menelpon Ani untuk
menanyakan ia sedang dimana. Beberapa kali ia menelponnya tapi dimatikan oleh
ani.
From
: Ani
Kamu
pulang duluan aja ya na
Ana mendapatkan sms
dari Ani untuk ia pulang sendiri. Dengan rasa kesal ia lalu pulang tanpa membalas
smsnya Ani terlebih dahulu. Sesampainya di rumah, ibu saudara kembar itu heran
kenapa Ana hanya pulang sendirian tanpa Ani. Ketika ibu menanyakan kepada Ani,
ia hanya mengangkat bahunya dan langsung menuju ke kamarnya.
Ani pulang pada sore
hari dengan wajah yang ceria, ia langsung mandi lalu makan. Ana yang masih
kesal dengan Ani hanya diam saja dan tidak mengajak ngobrol Ani. Tapi Ani tidak
sadar kalau kembarannya sedang kesal dengannya. Ia hanya memainkan hpnya dengan
sesekali tersenyum.
Ternyata kejadian itu
tidak hanya sesekali, beberapa hari ini pun mereka tidak pulang bersama. Dirumah
pun mereka jadi jarang ngobrol karena Ani selalu sibuk dengan hpnya itu. Ana
pun semakin sedih karena merasa saudara kembarnya itu berubah. Hari ini adalah
hari minggu, Ana yang kangen dengan Ani untuk jalan bersama, ia mengajaknya
untuk nonton bioskop di mall dekat rumahnya itu
“Ni, nonton yuk” ajak Ana
“wah gabisa nih na, aku
mau jalan” tolak Ani. Ani yang merasa kecewa dengan saudara kembarnya itu pun
masuk ke kamar.
Semenjak kejadian itu
mereka pun sudah jarang terlihat bersama lagi, Ana yang biasanya masih suka
mengajak Ani untuk pergi pun sudah tidak pernah mengajaknya lagi.
Suatu hari Ani merasa
kembarannya sudah tidak pernah mengajak ngobrolnya lagi. Kalau berangkat
sekolah pun Ana hanya diam saja. Lalu ia duduk di kasur Ana untuk mengajaknya
ngobrol. Ia merasa kangen dengan Ana
“Na” sapa Ani
Tapi Ana hanya diam
saja.
“Na, nonton yuk” ajak
Ani
Ana tetap diam saja
“kamu kenapa diam saja”
Tanya Ani heran
Dengan emosi Ana
menceritakan kekesalannya kepada Ani. Ia bilang kalau ia kesal Ani berubah,
tidak pernah pulang bareng lagi, diajak ngobrol gak pernah fokus dan gak pernah
mau diajak jalan lagi. Seketika Ani merasa bersalah karena sudah melupakan
saudara kembarnya itu. Lalu ia bercerita kalau ia sedang dekat dengan Andika,
kakak kelas anggota PMR itu. Ani meminta maaf karena ia telah berubah. Ana
hanya mengangguk saja dan ia masih kesal ia dilupakan begitu saja karena
seorang cowok. Ani meminta maaf terus kepada Ana. Akhirnya Ana pun memaafkan
Ani dan memaklumin keadaannya sekarang. Ia merasa bahwa mereka sudah bukan anak
kecil lagi. Mereka sudah tidak harus kemana mana bersama lagi, sudah memiliki
kehidupan yang bisa dibilang lebih pribadi, soal cinta salah satunya. Semenjak itu
hubungan saudara kembar itu pun membaik, walaupun jarang pulang bersama tapi
dirumah mereka selalu curhat satu sama lain. Ani selalu menceritakan Andika
yang sekarang menjadi pacarnya dan Ana menceritakan salah satu cowok dikelasnya
yang sedang dekatnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar