A.
Sejarah
Komunitas Online
Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan
habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud,
kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko, kegemaran dan sejumlah
kondisi lain yang serupa. Komunitas berasal dari bahasa Latincommunitas yang berarti
"kesamaan", kemudian dapat diturunkan dari communis yang
berarti "sama, publik, dibagi oleh semua atau banyak"
Menurut Crow dan Allan, Komunitas dapat terbagi
menjadi 3 komponen:
a.
Berdasarkan Lokasi atau Tempat
Wilayah atau tempat sebuah
komunitas dapat dilihat sebagai tempat dimana sekumpulan orang mempunyai
sesuatu yang sama secara geografis. Dan saling mengenal satu sama lain sehingga
tercipta interaksi dan memberikan konstribusi bagi lingkungannya.
b. Berdasarkan
Minat
Sekelompok
orang yang mendirikan suatu komunitas karena mempunyai ketertarikan dan minat
yang sama, misalnya agama, pekerjaan, suku, ras, hobi maupun berdasarkan
kelainan seksual. Komunitas berdasarkan minat memiliki jumlah terbesar karena
melingkupi berbagai aspek, contoh komunitas pecinta animasi dapat
berpartisipasi diberbagai kegiatan yang berkaitan dengan animasi, seperti
menggambar, mengkoleksi action figure maupun film.
c. Berdasarkan
Komuni
Komunitas
dapat berarti ide dasar yang dapat mendukung komunitas itu sendiri.
Sejarah
Menurut Ferguson et al., 2004, komunitas online adalah sebuah
tempat dimana sekelompok orang berkumpul untuk berbagi sence of community
sebagaimana orang-orang yang tidak saling mengenal memiliki kesamaan
ketertarikan minat, didalam sebuah situs internet yang menawarkan beberapa
layanan onlinr, meliputi beberapa akses kepada lingkungan sosial, layanan
komunitas, informasi resmi, dan layanan e-commerce kepada penghuninya. Komunitas
maya diciptakan untuk saling berkomunikasi di antara para pengguna
internet dengan menggunakan teknologi yang mengguakan platform internet.
Walaupun begitu, saat internet populer di kalangan awam, yaitu sejak
munculnya http sebagai landasan website, masyarakat baru sekedar
menggunakan internet untuk mencari berita atau komunikasi melalui e- mail.
Namun segera setelah itu, komunitas maya yang terdiri dari pengguna awam juga
mulai terbentuk. Komunitas maya bisa berupa mailing
list, newsgroup atau bulletin board.
Tahun
1997,
Muncul situs jejaring sosial pertama yaitu Sixdegree.com walaupun sebenarnya
pada tahun 1995 terdapat situs Classmates.com yang juga merupakan situs
jejaring sosial namun, Sixdegree.com di anggap lebih menawarkan sebuah situs
jejaring sosial di banding Classmates.com
Tahun
1999,
Muncul situs untuk membuat blog pribadi, yaitu Blogger. situs ini menawarkan
penggunanya untuk bisa membuat halaman situsnya sendiri. sehingga pengguna dari
Blogger ini bisa memuat hal tentang apapun. termasuk hal pribadi ataupun untuk
mengkritisi pemerintah. sehingga bisa di katakan blogger ini menjadi tonggak
berkembangnya sebuah Media sosial.
Kaskus
lahir pada tanggal 6 November 1999 oleh tiga pemuda asal Indonesia yang sedang
melanjutkan studi di Seattle, Amerika Serikat. Mulanya Kaskus yang dikembangkan
oleh Andrew, Ronald, dan Budi ini dibuat untuk memenuhi tugas kuliah mereka.
Konsep awal Kaskus sebenarnya adalah situs yang mampu mengentaskan dahaga
mahasiswa Indonesia di luar negeri akan kampung halaman melalui berita-berita
Indonesia. Situs www.kaskus.us pada saat ini dikelola oleh PT. Darta Media
Indonesia. Anggotanya, yang pada saat ini berjumlah lebih dari 2.000.000
member, tidak hanya berdomisili dari Indonesia namun tersebar juga hingga
negara lainnya. Pengguna Kaskus umumnya berasal dari kalangan remaja hingga
orang dewasa.
Tahun
2002,
Berdirinya Friendster, situs jejaring sosial yang pada saat itu menjadi
booming, dan keberadaan sebuah media sosial menjadi fenomenal akibat ledakan
para penggunanya.
Tahun
2003,
Berdirinya LinkedIn, tak hanya berguna untuk bersosial, LinkedIn juga berguna
untuk mencari pekerjaan, sehingga fungsi dari sebuah Media Sosial makin
berkembang. Selain LinkedIn terdapat juga MySpace, MySpace menawarkan kemudahan
dalam menggunakannya, sehingga myspace di katakan situs jejaring sosial yang
user friendly.
Tahun
2004,
Lahirnya Facebook, situs jejaring sosial yang terkenal hingga sampai saat ini,
merupakan salah satu situs jejaring sosial yang memiliki anggota terbanyak
Tahun
2006,
Lahirnya Twitter, situs jejaring sosial yang berbeda dengan yang lainnya,
karena pengguna dari Twitter hanya bisa mengupdate status atau yang bernama
Tweet ini yang hanya di batasi 140 karakter.
Tahun
2011,
Lahirnya Google+, google meluncurkan situs jejaring sosialnya yang bernama
google+, namun pada awal peluncuran. google+ hanya sebatas pada orang yang
telah di invite oleh google. Setelah itu google+ di luncurkan secara umum.
Kozinet (2000) membedakan
komunitas virtual sebagai 5 aspek pembedanya sebagai dasar pembedanya, yaitu :
1) Boards. Berfungsi sebagai
papan bulletin elektronik (usenet atau newsgroup)
2) Rings. Yaitu sebuah web yang
berfungsi sebagai aggregator web page yang lain yang disusun secara tematik.
3) Lists. Yaitu senai surat
elektronik yang disatukan pada topic atau minat tertentu.
4) Dungeons. Yaitu sebuah
lokasi virtual bertema, dimana dimana interaksi distrukturisasi dengan
peraturan tertentu. Misalnya multu user platform seperti yang terdapat pada
permainan-permainan RPG (Role Playing Game), misalnya Final Fantasy, Counter
Strike, dan lain-lain
5) Chat rooms. Yaitu lokasi
virtual yang tidak bertema, kurang terorganisir, topiknya bisa bermacam-macam.
B. Polarisasi
dalam Internet
Internet (kependekan dari
interconnection-networking) secara harfiah ialah sistem global dari seluruh
jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol
Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.
Jumlah pengguna Internet yang besar dan
semakin berkembang, telah mewujudkan budaya Internet. Internet juga mempunyai
pengaruh yang besar atas ilmu, pendapat, dan pandangan dunia terhadap suatu
hal. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh
dunia mempunyai akses Internet yang mudah atas bermacam-macam informasi.
Berdasarkan perbedaan status, keadaan,
kepribadian, dan kebiasaan para pengguna internet umumnya akan terbentuk
kelompok-kelompok atau forum-forum yang memiliki tujuan masing-masing.
Pengelompokan di internet juga dapat berasal dari fasilitas internet yang
beragam seperti beragamnya layanan yang disediakan internet seperti fasilitas
jejaring sosial, fasilitas streaming, fasilitas berbagi informasi, fasilitas
unggah dan unduh, fasilitas jual beli, fasilitas cloud software, dan
sebagainya. Hal tersebut dapat kita katakan sebagai sebuah polarisasi internet,
yang daripadanya akan terbentuk kelompok-kelompok pengguna.
Sebagai contoh polarisasi yang diakibatkan
oleh fasilitas internet adalah pembentukan kubu para pengguna. Misalkan anda
adalah pengguna layanan jejaring sosial dibawah. Maka disadari atau tidak anda
sudah ikut terpolarisasi dan menjadi bagian dari salah satu kelompok pengguna
salah satu fasilitas jejaring sosial diatas. Karena tanpa disadari anda akan
mengatakan hal seperti “Hai kamu sudah mendapatkan materi yang aku share di
facebook” atau “Periksa tweet saya ya, mungkin kamu akan terkejut” dan anda
akan mengatakan hal yang demikian hanya dengan orang yang memiliki akun di
jejaring sosial yang sama karena tidak mungkin anda menyuruh orang yang hanya
memiliki akun facebook untuk menanggapi tweet anda maupun sebaliknya terkecuali
telah dilakukan proses sinkronisasi daiantara keduanya.
Selain itupun polarisasi dapat terjadi karena
perbedaan layanan pada internet seperti
1) Jejaring Sosial
Disini user dapat berbagi informasi dan data pribadi maupun
berbagi pengetahuan dengan teman yang menggunakan jejaring sosial yang sama.
Seperti munculnya sekelompok pengguna facebook atau twitter.
2) Streaming
Dengan fasilitas streaming user dapat berbagi video mereka,
serta dapat mengomentari serta me-rating video sendiri maupun orang lain yang
mengupload videonya ke situs streaming tersebut.
3) Forum Komunitas Maya
Forum Komunitas maya adalah proses polarisasi internet yang
paling jelas terlihat, karena didalamnya jelas terlihat sekumpulan orang dengan
kesamaan tertentu seperti kesamaan tempat tinggal, status, hobi, serta
kepribadian.
4) Cloud Storage
Fasilitas cloud storage juga merupakan salah satu aspek yang
terlibat dalam polarisasi internet. Beberapa user biasanya lebih memilih
menggunakan beberapa situs storage lokal yang meminimalisasi waktu unduh dan
unggah sementara yang lainnya memilih situs storage luar yang memiliki
kapasitas besar.
5)
Surel
Surel atau surat elektronik adalah fasilitas penyedia
surat-menyurat elektronik (e-mail). Walaupun terdapat kelompok pengguna dalam
fasilitas surel, hal ini tidak menutup pengguna fasilitas surel provider lain
berkomunikasi dengan kita.
6)
Blog
Dengan fasilitas blog, user dapat membagi informasi tentang
berbagai hal kepada pembaca blog tersebut. Di internet terdapat beberapa situs
yang menyediakan jasa penyediaan blog seperti Blogspot, WordPress, Ngeblogs dan
sebagainya.
7)
Milist
Milist atau kependekan dari Mailing list memiliki fungsi sebagai
penyedia kelompok diskusi online secara real time. Di dalam milist terdapat kelompok-kelompok
yang dibagi berdasarkan topic yang dibicarakan dalam kelompok.
8)
Chatting dan
Teleconference
Layanan chatting dan teleconference dapat digunakan user untuk
mengobrol dengan user lain secara real time, bahkan dengan teleconference user
dapat bertatap muka dengan user lain secara real time.
Dengan adanya polarisasi internet berdasarkan kegunaanya dapat terjadi pengelompokkan. Baik kelompok yang memiliki tujuan ataupun sebuah kelompok orang yang memiliki kesamaan nasib atau pilihan. Polarisasi internet bahkan dapat terjadi pada sekelompok orang yang secara tidak sadar menggunakan google sebagai search engine, memang tidak ada hubungan/ komunikasi antara mereka namun orang dapat memandang bahwa mereka adalah pengguna google atau “kelompok” orang yang menggunakan web browser google.
Dengan adanya polarisasi internet berdasarkan kegunaanya dapat terjadi pengelompokkan. Baik kelompok yang memiliki tujuan ataupun sebuah kelompok orang yang memiliki kesamaan nasib atau pilihan. Polarisasi internet bahkan dapat terjadi pada sekelompok orang yang secara tidak sadar menggunakan google sebagai search engine, memang tidak ada hubungan/ komunikasi antara mereka namun orang dapat memandang bahwa mereka adalah pengguna google atau “kelompok” orang yang menggunakan web browser google.
Selain
itupun dalam dunia maya terdapat forum yang dimana setiap anggotanya menyadari
mereka adalah bagian dari forum itu atau bagian dari kelompok itu. Contohnya
adalah pengguna forum kaskus yang akan melabelkan setiap anggotanya sebagai
kaskusers. Serta dalam kelompok tersebut biasanya terdapat suatu aturan yang
tertulis maupun yang berupa tata krama yang merupakan aturan bagi kelompok
tersebut dalam bertindak dan berbuat, seperti pelarangan memberikan komentar
berbau SARA, flaming, atau spam di suatu thread (artikel)yang merupakan aturan
tertulis serta kata sapaan “gan” atau “sis” yang digunakan anggota forum dalam
berkomunikasi sesama anggota
C. Kelompok
Unik dalam Internet
Di dalam dunia internet
terdapat banyak sekali kelompok-kelompok atau yang biasa disebut dengan
komunitas. Mulai dari kelompok musik, kelompok jual beli barang, kelompok
sosial, dsb. Ini sangat bermanfaat bagi si pengguna karena mulai dari dunia
maya kita dapat mengenal satu sama lain orang-orang yang mempunyai hobi dan
kebiasaan yang sama. Dengan adanya kelompok unik ini melalui internet kita
dapat bersosialisasi dengan anggota-anggota lain.
Di atas kita sudah
jelaskan apa saja kelompok-kelompok yang ada di dalam internet. Mungkin sudah
banyak orang yang mengenal dengan kelompok musik dengan berbagai macam aliran,
kalau sudah mendengar kata tersebut maka anggota-anggota yang ikut bergabung
dalam kelompok itu akan sangat bangga dan senang karena di dalamnya terdapat
berbagai macam hal yang bisa mereka lakukan seperti membuat jadwal berkumpul
atau gathering guna saling mengenal dan saling berbagi dalam bermusik Di
Indonesia ini sudah beribu-ribu macam kelompok dan mereka bisa saling
berinteraksi satu dengan yang lain dengan sesama komunitas.
Banyak cara yang kita
dapatkan untuk mendapatkan sesuatu yang baru, yang merupakan salah satu dari
apa yang kita gemari. Selain menambah teman kelompok unik di dalam internet ini
adalah kita bisa menambah wawasan apa yang tadinya belum pernah kita dengar,
belum pernah kita pahami dengan adanya kelompok ini wawasan kita menjadi luas
dan menambah pengalaman-pengalaman baru yang sangat menarik dan seru.
KELOMPOK KERJA VIRTUAL
KELOMPOK KERJA VIRTUAL
Munculnya kelompok-kelompok
atau komunitas di internet memang bukanlah suatu hal asing lagi bagi kita
sekarang ini. Banyak sekali kelompok-kelompok unik tertentu yang menggunakan
internet sebagai wadah kelompok kerja mereka, yang kemudian disebut kelompok
kerja virtual.
Kelompok kerja virtual
adalah suatu kelompok yang menggunakan aktivitas virtual untuk menyelesaikan
suatu pekerjaan atau tugas tertentu. Ya, sebenarnya internet telah menyediakan
berbagai media virtual untuk memudahkan kita dalam bekerja baik itu secara individu
maupun kelompok. Apa saja? Dari mulai fasilitas e-mail, chatroom, bahkan media
sosial sekalipun bisa dijadikan wadah kelompok kerja virtual, atau kelompok
tersebut bisa membuat semacam jaringan sosial tersendiri untuk mereka yang
digunakan untuk menuntaskan pekerjaan mereka.
Kemampuan
bersosialisasi non verbal dan bekerjasama yang tinggi dari para professional
membuat mereka mampu membentuk kelompok kerja virtual. Membentuk team saat ada
pekerjaan yang harus ditangani dan membubarkan diri ketika pekerjaan tersebut
telah selesai. Team kerja virtual seperti itu hanya bisa dibentuk oleh para
professional yang sudah bisa bertindak indenpenden bagi dirinya sendiri. Mereka
hanya jadi terikat ketika sedang menangani suatu proyek yang dikerjakan oleh
team virtual.
Hal seperti ini sudah
biasa di gunakan dalam dunia hiburan, kerja kelompok dengan jenis seperti ini
disebut juga dengan organisasi semu yang dapat bekerja secara profesional.
Berikut adalah beberapa
hal penting dalam membangun serta meng-organisasikan sebuah tim kerja kelompok
virtual:
1.
Driver (mengembangkan gagasan, memberi
arah, menemukan hal-hal baru
2.
Planner (menghitung kebutuhan tim,
merencanakan strategi kerja, menyusun jadwal).
3. Enabler (ahli memecahkan masalah,
mengelola sarana / sumber daya, menyebarkan gagasan, melakukan
negosiasi).
4.
Exec (mau bekerja menghasilkan output,
mengkoordinir dan memelihara tim)
5.
Controller (membuat catatan, mengaudit
dan mengevaluasi kemajuan tim).
Adapun
cara mengontrol para pegawai dalam kerja virtual adalah dengan memberikan
orientasi bekerja secara tim, sebab berdasarkan observasi seseorang yang
bekerja secara tim memiliki tingkat sikap bertanggung jawab yang lebih tinggi
dibandingkan dengan orang yang bekerja secara individu.
D. Kelompok
Kerja dan Brainstroaming
Brainstorming adalah grup
kreativitas teknik di
mana sebuah kelompok mencoba untukmenemukan solusi untuk suatu masalah tertentu
dengan mengumpulkan daftar ide spontandisumbangkan oleh para anggotanya.
Brainstorming dikembangkan dan diciptakan oleh AlexOsborn
Faickney pada
tahun 1953 melalui buku Terapan Imajinasi.\
Dalam buku itu, Osborntidak
hanya mengusulkan metode curah pendapat, tetapi juga membentuk aturan yang
efektifuntuk hosting sesi brainstorming. Brainstorming telah menjadi teknik
kelompok populer dan telah menimbulkan perhatian diakademisi. Beberapa
penelitian telah dilakukan untuk menguji dalil Osborn bahwa brainstorming
lebih efektif daripada individu yang bekerja sendiri dalam menghasilkanide.
Beberapa peneliti telah menyimpulkan bahwa pernyataan tersebut adalah palsu (brainstorming
adalah tidak efektif), sementara yang lain menemukan kelemahan
dalam penelitian dan menetapkan bahwa hasilnya tidak meyakinkan.
Selanjutnya, para peneliti telahmembuat modifikasi atau variasi diusulkan
brainstorming dalam upaya untuk meningkatkan produktivitas brainstorming.
Namun, tidak ada bukti empiris yang menunjukkan bahwavariasi lebih efektif
daripada teknik asli.Meskipun demikian, brainstorming dapat dari utilitas besar
ketika kelompok rekening tersebut untuk, dan bekerja untuk meminimalkan proses
kelompok yang mengurangi efektivitas.
Brainstorming adalah
sebuah alat bantu yang digunakan untuk mengeluarkan ide dari setiap anggota tim
yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Kesuksesan Brainstorming dapat
dilihat dari suasana bebas tanpa kritik untuk menggali ide kreatif atau solusi
alternatif tanpa batas. Brainstorming mulai dikenalkan pada
tahun 1950-an dan menjadi tidak dipisahkan dari TQM (Total Quality
Management), namun tak hanya disitu penerapannya, Brainstorming dapat
digunakan di segala bidang.
Brainstorming dapat
memberi inspirasi, memperluas wawasan, merupakan pembelajaran dalam mengambil
keputusan, selain itu menciptakan kesetaraan dan melibatkan seluruh anggota
tim. namun saat ini Brainstorming juga dapat dilakukan tanpa
harus berkumpul dalam satu ruangan, namun juga dapat dilakukan di dunia maya
atau telekonferensi dengan jarak ribuan meter.
MODEL-MODEL
dari BRAINSTORMING, ANTARA LAIN :
1. Verbal
Brainstorming adalah kegiatan bertukar pikiran
dalam sebuah kelompok yang dilakukan secara verbal dengan tatap muka dalam
sebuah pertemuan langsung.
2. Nominal
Brainstorming adalah kegiatan bertukar pikiran dalam
sebuah kelompok akan tetapi tidak dilakukan secara langsung artinya ketika
bertukar pikiran menggunakan alat bantu seperti kertas atau dengan cara chatting.
3. Electronic
Brainstorming adalah kegiatan bertukar pikiran dalam
sebuah kelompok yang dilakukan secara elektronik dengan menggunakan alat
seperti group support system.
TAHAPAN
DARI TEKNIK BRAINSTORMING
Ø Pemberian informasi dan
motivasi
Pada
tahap ini leader menjelaskan masalah yang akan dibahas dan latar
belakangnya, kemudian mengajak kelompoknya agar aktif
untuk memberikan tanggapannya.
Ø Identifikasi
Anggota
diajak memberikan sumbang saran pemikiran sebanyak-banyaknya. Semua
saran yang diberikan anggota ditampung, ditulis dan jangan dikritik.
Pemimpin kelompok dan peserta dibolehkan mengajukan pertanyaan hanya
untuk meminta penjelasan.
Ø Klasifikasi
Mengklasifikasi
berdasarkan kriteria yang dibuat dan disepakati oleh kelompok. Klasifikasi
bisa juga berdasarkan struktur / faktor-faktor lain.
Ø Verifikasi
Kelompok
secara bersama meninjau kembali sumbang saran yang telah diklasifikasikan.
Setiap sumbang saran diuji relevansinya dengan permasalahan yang dibahas.
Apabila terdapat kesamaan maka yang diambil adalah salah satunya dan yang
tidak relevan dicoret. Namun kepada pemberi sumbang saran bisa dimintai
argumentasinya.
Ø Konklusi
(Penyepakatan)
Pimpinan
kelompok beserta peserta lain mencoba menyimpulkan butir-butir alternatif
pemecahan masalah yang disetujui. Setelah semua puas, maka diambil
kesepakatan terakhir cara pemecahan masalah yang dianggap paling tepat.
LANGKAH-LANGKAH
TEKNIS
Langkah-langkah
dalam melaksanakan brainstorming, yaitu:
a.
Persiapan.
1.
Mengundang peserta meeting.
2.
Memberikan agenda acara materi yang akan
dibicarakan.
3.
Mempersiapkan ruangan dan fasilitas
pendukung lainnya
b.
Pelaksanaan.
1.
Menentukan batasan waktu yang digunakan.
2.
Menetapkan pimpinan meeting dan pencatat
pembicaraaan (notulis).
3.
Menetapkan aturan main (rule of the
game) bersama.
4.
Menentukan metode yang digunakan dalam
brainstorming.
5.
Memberi kesempatan kepada para peserta
untuk menyampaikan ide-idenya.
6.
Menuliskan setiap ide yang dilontarkan
peserta.
7.
Melakukan pengelompokan ide yang sejenis
8.
Melakukan pembahasan ide-ide.
9.
Mengambil keputusan.
10. Menyimpulkan
pembicaraan.
KEUNGGULAN
BRAINSTORMING
- Ide
yang muncul lebih banyak dan beragam
- Kesalahan akan
terdeteksi karena yang terlibat banyak orang
- Waktu dan tenaga dicurahkan oleh banyak
orang dan dengan demikian terdapat lebih banyak akses informasi dan keahlian.
HAMBATAN
Dalam
melakukan teknik brainstorming dapat timbul beberapa hambatan yang disebabkan
antara lain:
Peserta
tidak mematuhi aturan main, misalnya:
·
Memberi komentar terhadap ide yang
dilontarkan peserta lain.
·
Dalam satu putaran, seorang peserta
melontarkan lebih dari satu ide.
·
Seorang peserta yang belum sampai
gilirannya sudah menyampaikan idenya.
·
Ada peserta yang mendominasi atau
memotong pembicaraan peserta lain.
·
Ada peserta yang bertanya pada saat
proses berlangsung.
2. Pencatat
merubah ide (baik isi maupun maksud) yang dilontarkan oleh peserta.
3. Peserta
tidak mampu melihat masalah dari berbagai sudut pandang
4. Hambatan
non teknis, seperti : takut salah, kurang antusias, dan kurang ada kerjasama
Mengingat
hambatan tersebut, Team leader perlu memberi dorongan, teguran dan arahan
kepada peserta untuk membantu kelancaran proses. Disamping itu, para peserta
sendiri dituntut untuk menyadari prinsip-prinsip aturan main.
1.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
bila suatu Team membicarakan permasalahan dengan teknik brainstorming,
yaitu:
Agenda acara yang akan dibahas dibagikan sebelum meeting dimulai.
Agenda acara yang akan dibahas dibagikan sebelum meeting dimulai.
2.
Mempersiapkan Team leader dan notulis yang
cakap dalam memimpin meeting.
3.
Catatan ide diperlihatkan kepada seluruh
peserta pada saat ide itu dilontarkan
4.
Memberi kesempatan kepada peserta yang
mengalami hambatan untuk mengemukakan ide-idenya pada kesempatan khusus.
E.
Tim Virtual
Tim Virtual adalah sebuah tim yang
dibentuk karena adanya keterbatasan waktu dan ruang dan tidak dapat bersatu
secara fisik antara satu sama lain sehingga dibuatlah Tim Virtual menggunakan
jaringan komputer agar dapat mencapai tujuan bersama. Tim Virtual biasanya
dibuat ketika sekelompok orang ingin mengerjakan tugas kelompok atau hanya
sekedar ingin berbagi informasi. Berikut adalah beberapa perbedaan dan
persamaan Tim Virtual dengan tim yang bertemu secara fisik, antara lain:
Persamaan
1.
Adanya tujuan yang ingin
dicapai bersama
2.
Adanya komunikasi dari setiap anggota
tim
3.
Memerlukan adanya diskusi tim
4.
Kepercayaan dalam tim
Perbedaan
1.
Kontak sosial yang terbatas pada tim
virtual
2.
Ruang dan waktu.
3.
Tingkat emosional setiap anggota
Rasa
saling percaya disetiap anggota tim sangatlah diperlukan, agar tujuan yang
ingin dicapai dapat terwujud secara maksimal. Namun dengan kurangnya kontak
sosial, rasa saling percaya antar anggota tim dapat berkurang sehingga
kemungkinan untuk gagal sangatlah mungkin dalam tim virtual. Dalam mengatasi
hal ini saya memiliki beberapa cara agar rasa saling percaya dari setiap
anggota tim dapat tumbuh sehingga tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud
secara maksimal, berikut caranya:
1. Pemimpin
yang compete
Adakalanya anggota tim akan patuh dan
percaya kepada pemimpinnya jika pemimpin itu mempunyai kompetensi yang lebih
seperti keterampilan dan pengalaman yang sangat memadai.
2. Membagi
tugas dengan rata
Menurut saya pembagian tugas merupakan
salah satu faktor timbulnya kepercayaan dalam tim virtual. Ketika seorang
anggota tim merasa tugasnya lebih berat daripada yang lain, orang tersebut akan
berprasangka buruk terhadap anggota yang lain seperti prasangka adanya hubungan
khusus antara pemimpin dan salah satu anggota lainnya.
3. Keaktifan
setiap anggota
Setiap anggota tim harus aktif dalam
forum diskusi yang sudah direncanakan. Dalam setiap pertemuan virtual tersebut
setiap anggota harus menjelaskan hasil pekerjaan yang telah ia kerjakan dan
jika terjadi kesalahan dapat dilakukan evaluasi dan harus berperan aktif
dalam memberi masukan-masukan terhadap evaluasi tersebut sehingga timbulnya
kepercayaan antara aggota dengan anggota maupun anggota dengan pemimpin.
Kerjasama merupakan hal terpenting dalam
sebuah tim, baik itu tim virtual maupun tim face to face. Karena dengan adanya
kerjasama setiap anggota tim, akan memunculkan rasa kebersamaan dalam mencapai
tujuan bersama yang ingin diraih. Sekian pernjelasan dari saya mengenai hal-hal
yang dapat membangun kepercayaan dalam Tim virtual.
Lima
Tantangan
Saya
ingin berbagi 5 tantangan yang saya hadapi membangun virtual team untuk
sebuah start-up di Silicon Valley: gabungan developer, tester, dan customer
service di China, India, Mexico, dan Turki.
a.
Communication
Mungkin ini salah satu hal yang paling
sering mengakibatkan sakit kepala adalah komunikasi. Bagi yang sudah
berpasangan, Anda pasti tahu betapa sulitnya berkomunikasi secara jelas dengan
pasangan Anda. Hanya saja di dalam perusahaan masalah komunikasi biasanya jauh
lebih rumit. Karena komunikasi yang kurang baik, sering terjadi software yang
dihasilkan berbeda jauh dari apa yang diminta klien.
Keadaan ini menjadi lebih rumit, ketika
ada variabel baru di mana anggota tim tidak punya satu bahasa yang sama: language
barrier. Dokumen yang Anda tulis dalam bahasa Inggris belum tentu dapat
dimengerti sepenuhnya oleh rekan kerja di Vietnam, misalnya. Begitu pula Anda
mungkin sampai pada kesimpulan yang kurang tepat setelah membaca imel bahasa
Inggris dari rekan kerja di China. Walau tidak ada solusi instan, penggunaan
gaya bahasa sangat sederhana dan sering memberikan contoh pendukung yang jelas
(seperti diagram, screenshot,wireframe, dsb) —asal
jangan over-communicate,
dapat mengurangi kesalahpahaman dan kerancuan.
b.
Cultural Awarenes
Selain komunikasi, toleransi dan
pengetahuan akan budaya lain juga perlu diperhatikan. Cara penyampaian intensi
baik di daerah A bisa diterima sebaliknya bila diterapkan
di B. Erat kaitannya dengan komunikasi, terjemahan langsung
atau direct translation dari satu bahasa ke bahasa lain tanpa
memperhatikan konteks juga dapat menambah probabilitas salah pengertian antara
anggota.
Satu anekdot: Pernah satu hari,
rekan customer support di India mengakhiri sesi chat dengan
manajernya, orang Amerika, dengan “Hope you have a busy day!” Walau ungkapan
tersebut bermaksud ramah di daerah di mana rekan tersebut dibesarkan, lucu juga
melihat manajernya terkejut dan dengan besar hati berusaha mencoba mengerti
tanpa bergegas marah.
Pengadaan pedoman komunikasi (imel,
sambutan, dll) ketika mulainya terbentuk tim terbukti dapat membantu mengurangi
kesalahpahaman akibat perbedaan budaya. Kecuali memang seseorang sengaja
bertindak tidak sepantasnya, biasanya dengan cukup waktu dan trial-and-error,
kesadaran budaya ini biasanya dapat dipelajari dan dipraktekan dengan baik.
c.
Self Motivation
Tidak semua orang berfungsi dengan baik dalam
virtual team di mana setiap individu diharapkan bersifat self-motivated dan
mampu bekerja secara mandiri tanpa pengawasan atau struktur eksternal. Faktor
penting berikutnya adalahresult-oriented, karena tidak ada rekan di
sekitar yang sadar betapa intensifnya seseorang berusaha menyelesaikan tugas
kecuali pada akhirnya dia dapat mendemonstrasikan hasil akhirnya dengan jelas.
d.
Logistics
Pukul 8 malam hari Minggu di Silicon
Valley = pukul 11 pagi hari Senin di pulau Jawa. Perbedaan time zone yang
besar ini sering menjadi tantangan yang seru dalam segi pengaturan resources.
Seandainya para developer di Jakarta perlu keputusan dari San Francisco untuk
menyelesaikan suatu masalah, seseorang perlu memastikan ketergantungan ini bisa
segera diselesaikan supaya tidak ada waktu yang terbuang percuma. Jika tidak,
developer di Jakarta sudah siap kerja (Senin pagi) tapi perlu menunggu product
manager-nya masih pesta di San Francisco (Minggu malam); setelah keputusan
sudah terbentuk hari Senin di Amerika, pelaksanaannya akan tertunda menunggu
developer di Jakarta siap kembali. Keterlambatan yang biasanya terjadi dalam
jam, kini bisa menjadi hari.
e.
Trust
Ini tentunya tantangan yang paling besar
untuk membentuk virtual team (apa saja, sebetulnya): memupuk kepercayaan
atau trust di antara anggota tim. Trust sangatlah penting
untuk mendukung semua point di atas: sebagai basis untuk komunikasi yang
terbuka dan menyangga motivasi semua individu yang bersangkutan. Tanpa diragukan,
trust memerlukan perhatian khusus di setiap titik perkembangan tim Anda.
Terlepas dari challenges di
atas, keberhasilan (termasuk proses untuk mencapainya) untuk membangun virtual
team yang sukses sungguhlah berharga. Masing-masing tim member mendapat
kesempatan untuk lansung terjun belajar berkomunikasi dengan lebih efektif,
meningkatkan kesadaran akan budaya lain, dan mempersiapkan diri untuk proses
kolaborasi di dalam pasar global. Belakangan ini saya menemukan kalau
pengalaman ini bisa menjadi nilai tambah yang besar dalam resume Anda.
Referensi:
http://ihsan2912.blogspot.co.id/2015/12/2pa04-tugas-iii-kelompok-8.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar